Bagi saya bu sinta adalah salah satu kartini masa kini. Bu sinta telah berhasil menyeimbangkan antara hak dan kewajibannya sebagai seorang perempuan, terlebih perempuan yang mempunyai sebuah keluarga besar. Bu sinta telah berhasil menjadi seorang ibu yang mampu menjadi madrasah bagi anak-anaknya yang semuanya juga perempuan. Meskipun menjadi seorang perempuan tapi berani tampil dihadapan publik tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu.
Kartini saat ini?
Bagi saya bu sinta adalah salah satu kartini masa kini. Bu sinta telah berhasil menyeimbangkan antara hak dan kewajibannya sebagai seorang perempuan, terlebih perempuan yang mempunyai sebuah keluarga besar. Bu sinta telah berhasil menjadi seorang ibu yang mampu menjadi madrasah bagi anak-anaknya yang semuanya juga perempuan. Meskipun menjadi seorang perempuan tapi berani tampil dihadapan publik tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu.
Membumikan pemikiran gus dur, jaringan gusdurian blitar mengadakan kelas pemikiran gus dur
✅Waktu kyai Nur ikut Muktamar NU di Cipasung, Gus Dur yang waktu itu sebagai Ketua Umum PBNU tidak diberikan kursi untuk tempat duduk dalam Muktamar. Namun beliau tetap sabar.
*2. Keberaniannya*
✅ Gus Dur berani mengambil kebijakan yang berbeda dengan Pemerintah Orde Baru, seperti dalam penetapan Idul Fitri.
*3. Sederhana*
✅Harta benda apa yang diwariskan Gus Dur?, Gus Dur bisa tidur dimanapun,bisa di lantai bisa di meja.
*bagi perokok..ada kabar gembira..*
Mau subuh ono sing nakokno ukoro rokok nang ustad.
Umat : "nuwun sewu Ustad, teng surgo wonten rokok?"
Ustad ; "ono..."
Umat ; "matur suwun infonipun , plong dateng manah dalem wonten rokok teng surga
Ustad : "Nanging....."
Umat : "Nanging kados pundi Ustad ?
Ustad: "Nanging ndik surgo ora ono geni, dadi lek awakmu pengen nyumet rokok, kudu nang NEROKO disik......"😋😋😋
Respon Mendikbud Terkait Petisi online Tolak full day School
Salam sejahtera,
Saya mengikuti perkembangan diskusi dan percakapan di pelbagai media sosial, media cetak hingga elektronik terkait gagasan untuk menambah jam kegiatan ekstrakulikuler di sekolah. Saya sangat berterimakasih kepada banyak pihak yang nyata-nyata memiliki kepedulian guna perbaikan dunia pendidikan kita. Saya juga menghargai petisi "Tolak Pendidikan "Full Day School"/Sehari Penuh di Indonesia" yang digulirkan Sdr. Deddy Mahyarto Kresnoputro yang telah mencapai 41 ribu lebih pendukung.
Saya percaya, pelibatan partisipasi publik dalam perdebatan sebuah gagasan mutlak diperlukan. Dengan begitu, upaya kita bersama membangun budaya demokrasi dalam proses bernegara dan berbangsa akan terus mendapat suntikan energi menuju tahap yang lebih dewasa. Dalam semangat dan perspektif inilah saya sangat membuka diri dan menghargai pelbagai sumbangsih pemikiran, masukan bahkan kritikan sebagai tanggapan yang ditujukan kepada saya dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Saya sangat menyadari persepsi dan pemahaman publik terhadap istilah "full day school" (FDS) cukup beragam sesuai perspektif dan pengalaman banyak pihak. Sejak awal saya tekankan bahwa FDS yang dimaksud adalah penambahan jam kegiatan ekstrakulikuler usai jam pelajaran pokok di sekolah. Gagasan ini justru menghindari penambahan beban mata pelajaran di sekolah yang selama ini sangat memberatkan anak-anak kita. Yang perlu sama-sama kita pahami, gagasan semacam ini bukanlah baru. Bahkan sudah banyak institusi pendidikan maupun yayasan yang mempraktekkan model FDS ini. Saya pun tidak menutup mata mengenai perbedaan geografis dan karakter masyarakat yang beragam sehingga berdampak pada tingkat efektivitas praktek FDS. Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla telah memberi arahan agar gagasan FDS jika sudah dirumuskan secara komprehensif diterapkan secara terbatas dahulu sebagai percontohan.
Prinsipnya, pendidikan haruslah sejalan dan sebangun dengan kepentingan memerdekakan, memanusiakan, dan menggembirakan peserta didik. Muatan ekstrakurikuler usai jam pelajaran di sekolah diarahkan untuk membangun karakter peserta didik melalui beragam kegiatan sesuai minat dan bakat seperti olah raga, kreativitas seni, belajar sastra, latihan kepemimpinan, dan pendidikan kerohanian. Saya sependapat bahwa peran sekolah tidak boleh didistorsi menjadi pemasung imajinasi dan pembunuh kreativitas anak-anak kita. Semangat ini sejiwa dengan komitmen Nawacita Presiden Jokowi, proporsi terbesar muatan pendidikan di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama adalah pembentukan karakter. Ini adalah fondasi membangun karakter manusia Indonesia yang patriotik, berintegritas, menghargai kebinekaan, pekerja keras, dan berdaya saing tangguh.
Perlu digarisbawahi, tidak ada pikiran untuk meminggirkan keberadaan institusi-institusi pendidikan sosial dan keagaman maupun wadah pengembangan kreativitas seni dan budaya di luar lingkungan sekolah. Justru keberhasilan pendidikan akan sangat tergantung kepada kualitas hubungan dan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pendampingan dan pengawasan secara simultan dari ketiga unsur tersebut akan melindungi anak-anak kita dari pengaruh-pengaruh buruk.
Saya beserta jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka diri terhadap segala masukan kontruktif dan koreksi demi perbaikan sistem dan tata kelola pendidikan di Indonesia. Kami akan senantiasa mendengar, membuka mata, dan terus mengkaji gagasan yang ditawarkan sesuai pengalaman maupun contoh-contoh guna memperbaiki dan memajukan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Saya percaya, akan selalu ada solusi atau jalan tengah dalam proses dialog mencari titik temu dari satu gagasan yang diperbincangkan secara sehat. Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu membenahi dunia pendidikan, jalan masa depan untuk anak-anak kita.
Terimakasih banyak atas kepedulian saudara. Semoga Tuhan memberkati niat mulia kita untuk membenahi dunia pendidikan Indonesia.
Jakarta, 13 Agustus 2016
Muhadjir Effendy
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI
Berikan pemahaman sejarah Lakpesdam NU Kab.Blitar adakan Bedah buku "Rekonsiliasi Kultural tragedi 1965"
Hari pertama sekolah
Senin, 18 Juli 2016, merupakan hari yang spesial bagi mereka yang hari pertama kali masuk sekolah. Tidak hanya siswa-siswi yang merasakan ekspetasi ini, tapi juga orang tua yang punya anak dan kebetulan hari ini adalah hari pertama anaknya merasakan bangku sekolah. Para orang tua dengan senang hati mengantar anaknya yang baru pertama kali merasakan sekolah. Bahkan bapak menteri sendiri sampai mengeluarkan surat edaran mengijinkan para pegawai negeri untuk mengantarkan anaknya dalam merakasan sekolah di hari pertama. Disamping ekspetasi hari pertama sekolah ini ternyata banyak orang kreatif yang membuat cerita-cerita lucu. cerita ini menyebar lewat berbagai dunia maya, salah satunya yang paling ramai melalui grub WA. ini ada beberapa cerita lucu yang turut mewarnai hari pertama sekolah ini.
Hari ini indonesia mulai hari pertama sekolah...
_*Guru :*_
_Siapa namamu, nak .... ?_
_*Murid :*_
_Ibu Guru boleh panggil saya ANGEL (malaikat), kalo Mama di rumah panggil saya Dika, Papa panggil saya dengan panggilan sayangnya, Dani_
_*Guru :*_
_Wah, banyak sekali panggilan namamu, bagus-bagus lagi_
_Pasti namamu panjang dan cantik_
_Pandai sekali orang tuamu buat nama untukmu_
_*Murid :*_
_(Tersenyum malu)_
_*Guru :*_
_Lalu nama lengkapmu siapa, nak .... ?_
_*Murid :*
_ANGEL DIKANDANI , Bu °°°°_
guyonan yang kedua yaitu, ada semacam berita yang menceritakan bahwa ada larangan disalah satu sekolah bahwa siswa tidak boleh memakai jilbab. dan memang betul karena ternyata yang boleh memakai jilbab hanya siswi. dari pada saya cerita sendiri tapi ternyata garing langsung cek saja secara lengkap ceritanya di bawah ini.
```Kaget juga hari pertama nganter anak ke SMP Negri sudah disuguhi Peraturan Larangan Memakai Jilbab di Sekolah.
Para orang tua diingatkan untuk memperhatikan aturan baru yang di berlakukan di sekolah yaitu tentang pelarangan memakai jilbab bagi siswa SD, SMP dan SMA :
1. Siswa dilarang memakai jilbab selama mengikuti pelajaran atau berada di lingkungan sekolah.
2. Bagi yang melanggar akan dikenakan sangsi keras bahkan dapat dikeluarkan dari sekolah.
3. Apabila ditemukan siswa yang diam diam tetap memakai jilbab maka akan dilakukan perampasan secara paksa.
4. Yang boleh memakai jilbab hanya Siswi.```
Belajar dari Soekarni
Filosofi Kupat
sumber FP: Kongkow bareng Gus Dur,
Tadarus Ilmiah 9 Nilai Utama Gus Dur
Minggu, 3 Juli 2016, seperti biasa setiap hari smartphone ibarat menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan bagi hidup saya, ibarat kata sudah seperti istri sendiri (lebay sedikit, hehehe). hampir tiap beberapa menot sekali memantau apa yang jadi perbincangan di beberapa grub WA yang terpasang pada smartphone. Bagi saya namanya smartphone harus bisa memberi manfaat lebih bagi saya, maka dari saya terus berusaha menggunakan smartphone ini untuk hal-hal yang positif. malam ini kebetulan pas ada waktu luang tal seperti biasannya disibukkan dengan wira-wiri demi kemaslahatan umat. untuk mengisi waktu kosong saya mencoba lihat beberapa grub WA. ternyata tak sia-sia. disalah satu grub WA saya, yakni Penggerak Gusdurian, pas ada diskusi tanya jawab online dengan mbak Alussa wahid, selaku Bu imam di Jaringan GusDurian ini. diskusi ini diawali prolog dari mbak alissa wahid.
pernah dengar kisah para pemuka agama antri di depan pintu surga kan. Joke GD yang ini, sangat menggambarkan soal pentingnya Prinsip (Nilai Luhur, Sunatullah) dalam kehidupan GD. Menurut GD, kita sering kehilangan inti/substansi, karena sibuk dengan prosedur dan tampak luar biasa.
Gus Dur adalah tokoh yang berlandaskan prinsip. Principle-centered, bukan power-oriented, politics-oriented, family-oriented. Orang yang hidupnya berorientasi power, dia akan mengukur semua aspek kehidupannya dalam kepentingan power. Uangnya digunakan utk memperkuat power. Jabatan dikejar utk mendapat power. Keluarga “dimanfaatkan” utk memperkuat power. Bahkan agama akan dia pakai untuk melegitimasi power. Ini contoh orientasi hidup.
Orang yg hidup berlandaskan prinsip maka segala sesuatu dalam hidupnya diukur & direspon menurut prinsip-prinsip. GD masuk golongan ini. Hampir 100 tokoh terlibat saat kami menyarikan apa saja prinsip hidup GD. Ketemulah 9 yang utama: 9 NUGD.
Jadi apapun konteksnya, semua hal dalam kehidupan berbangsa beragama, akan direspon oleh GD melalui Prinsip-prinsip hidup ini. Makanya ruang gerak GD kemudian menjadi sangat luas: membela Inul sampai bangsa Papua, agama sampai HAM, lokal bingit sampai global.
Jaringan Gusdurian sejak awal memilih untuk mengikuti cara pandang ini, bukan memilih ruang gerak. Jadi isu kita bukan hanya demokrasi, atau konflik antar umat agama, atau intoleransi. Tetapi bisa isu apa saja, dengan merujuk pada 9 NUGD sebagai cara pandang kita melihat persoalan.
Saudara kita di FNKSDA berfokus pada isu konflik SDA. Wahid Foundation (dulu WI) berfokus pada isu Islam ramah & advokasi kemerdekaan beragama. Kita di JGD tidak. Batasan kita hanya non politik praktis saja. JGD tetap berpolitik kebangsaan, tapi tidak berpolitik praktis. Ini pilihan sadar dalam diskusi pembentukan jaringan gusdurian di jakarta yang dihadiri kang savic ali, mas luthfie jepara, kang saiful huda shodiq, mas zastrouw, kawan2 santri gus dur ciganjur, dll. Bahkan tuntutan dari hadirin karena waktu itu masih ada kecemasan bahwa ini akan dijadikan kendaraan politik.
Di Ciganjur sendiri, kami memotret gerakan GD dalam 4 gelombang: GD sebagai mujadid dan tokoh gerakan islam transformatif sejak tahun 70an, GD sebagai tokoh gerakan masyarakat sipil sejak tahun 80an, GD sebagai tokoh gerakan politik termasuk di akhirnya menjadi politisi praktis sejak th.90an, dan GD sebagai pejuang kemanusiaan.
Jadi soal non politik praktis ini bukan soal alergi ya. Tetapi soal pilihan gerakan saja, untuk menyatukan gelombang yang lain dan "mensterilkannya" dari dinamika politik praktis. demikian soal 9NUGD dan mengapa ini penting bagi JGD.
Poin pentingnya: JGD adalah gerakan berbasis NUGD, lintas isu, dan selalu menggunakan cara pandang sesuai dengan 9NUGD.
setelah prolog selesai selanjutnya ada beberapa pertanyaan yang muncul, yang dilontarkan melalui moderator, diantaranya sebagai berikut.
Begini mbak, kemarin kami sempat memberikan kesempatan kepada teman-teman untuk bertanya tentang 9 NU GD. Nah, banyak pertanyaan dari teman-teman yang masuk, Mbak. Diantaranya ada Mas #Bahar, Gusdurian Solo. Pertanyaannya begini mbak..
1. Dalam nilai ketauhidan sebagai landasan awal pada 9 nilai utama Gus Dur, menjelaskan bahwa Gus Dur melampaui kelembagaan dan birokrasi agama. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa ketauhidan merupakan kesadaran makhluk akan keberadaan Tuhan. Bukan hanya sekedar pengucapan atau penghapalan. Nah, bagaimana penerapan bertauhid dalam tatanan kehidupan sekarang? Mengingat propaganda dari agamis kanan yang sangat gencar dilakukan melalui media apapun, bahkan telah memasuki ruang di tv yang bisa diakses oleh siapapun menjadi sebuah kekhawatiran.
2. Bagaimana penerapan keadilan yang sesungguhnya? Dalam hukum, dikenal hukum harus memenuhi 3 hal yaitu kemanfaatan, keadilan dan kesejahteraan. John Rawl, yang masih dijadikan panutan dalam hal teori keadilan terlalu memihak kepada kapitallisme. Nah, lalu bagaimana nilai keadilan yang harus diterjemahkan dalam salah satu nilai utama Gus Dur?
Bagaimana menurut Mbak Alissa. setelah pertanyaan dilontarkan kemudian mbak alissa menjawab satu persatu.
Pertanyaan 1, soal Ketauhidan. Dalam kehidupan dan perjuangannya, Gus Dur meletakkan ketauhidan sebagai sumber utama prinsip-prinsip hidup GD lainnya. GD meyakini bahwa agama merupakan tuntunan untuk kita mengimplementasikan keimanan kita kepada Allah SWT, tetapi bahwa intinya adalah keimanan tersebut.
Karena itu GD concern saat agama didahulukan di atas keimanan. Contohnya menurut beliau, perjuangan untuk menggelorakan syariat Islam haruslah pada ranah kultural. Bagaimana setiap muslim hidup dengan prinsip syariat dalam kesehariaannya. Bukan dijadikan hukum formal apalagi ideologi negara, karena bila demikian, agama akan menjadi alat kekuasaan saja. Digunakan untuk menindas warga, atas nama Tuhan.
Karena itu GD concern saat agama didahulukan di atas keimanan. Contohnya menurut beliau, perjuangan untuk menggelorakan syariat Islam haruslah pada ranah kultural. Bagaimana setiap muslim hidup dengan prinsip syariat dalam kesehariaannya. Bukan dijadikan hukum formal apalagi ideologi negara, karena bila demikian, agama akan menjadi alat kekuasaan saja. Digunakan untuk menindas warga, atas nama Tuhan.
contoh paling kuat saat ini adalah Aceh. Syariat Islam menjadi alat untuk melegitimasi kebijakan2 tidak rasional seperti perempuan harus duduk menyamping di atas motor. Bahkan dalam konteks penutupan warung kopi antara maghrib & isya, yang ada jadi munafik semua: pintu depan ditutup, tapi warkop di dalam rame. Coba bayangkan bila yg terjadi adalah sebaliknya: warga begitu bergelora semangat beribadahnya, dan menutup sendiri warung2 antara maghrib & isya. Itu ketauhidan in action.
Ketauhidan bagi GD pada intinya adalah untuk menegakkan Islam Rahmatan lil Alamin, Islam pembawa rahmat untuk semesta. Itulah kejayaan Islam yang sejati. Jadi setiap saat ada yang mengatasnamakan Islam tapi mengambil hak orang lain apalagi menindas, GD pasti lantang bersuara, karena begitulah perjuangan yang dipilih beliau.Kita harus bagaimana? Bagi yang muslim, saat sedang bertindak atas nama GDian, ya kembali ke prinsip di atas. Bagi GDian yang nonmuslim, monggo bentuk spiritualitasnya seperti apa.
Saya berharap kawan2 semua mau mengeksplorasi lebih dalam mengenai hal ini. secara personal maupun di komunitas/forum lokal gusdurian. Kita memang perlu selalu "mengasah gergaji" ketauhidan kita, agar selalu tajam.
Dalam semua konteks persoalan, apakah kita selalu menggunakan kacamata keadilan dalam merespon? Atau kadang-kadang masuk, kadang-kadang tidak, tergantung kebutuhan. Misalnya saat kita jadi Bupati atau Mentri apakah kita akan menentukan kebijakan berdasarkan kepentingan konstituen kita saja, atau berlaku adil bagi semua rakyat (dengan melakukan affirmative action terhadap konstituen).
Dalam konteks sederhana, ini akan menentukan sikap kita akan defensif atau fair dalam menyikapi konflik2 yang ada di sekitar kita. Begitu ya utk soal keadilan. Suatu ketika bisa undang mas Savic Ali untuk diskusi mendalami value ini.
Tanya 3. Thoriqoh. GD yang memang Nilai Utamanya adalah Pembebasan, meguru kepada semua guru dan mursyid, baik dalam ilmu2 duniawi maupun ukhrawi. Beliau meyakini kebenaran itu seperti patung yang perlu dilihat dari berbagai sudut. Demikian juga soal thoriqoh. Beliau dekat dengan TQN dan thoriqoh2 lainnya. Dalam bahasa Psikologi: eklektik.
Beliau meletakkan dirinya sebagai murid kepada semua yang dianggap berilmu, baik yang terkenal maupun tidak, tokoh yang besar maupun kecil, dst. Terakhir dari saya: Mendalami 9NUGD memang butuh proses. Jangan lupa bahwa kita semua individu dengan nilai2 yang berbeda. Secara pribadi, teman2 sah banget punya nilai yg berbeda.
Hanya saat bertindak mengatasnamakan JGD, kita meminta teman2 untuk setia kepada 9NUGD ini.
tidak terasa sudah 45 menit mbak alissa memberikan banyak penjelasan yang telah banyak memberi gambaran tambahan terkait pemahaman terhadap Gus dur. meskipun banyak pertanyaan yang belum dijawab tapi semua anggota grub merasa sangat puas sekali. ada yang mengusulkan memang tidak perlu panjang-panjang terkait waktu, yang terpenting yaitu selalu istiqomah.
asal mula tembang sluku-sluku bathok
Sunan Kalijaga: wayangku iki wayang innalillahi wa inna ilaihi roji'un, nanging iki yen ngene iki wong Jawa ora mudheng. Sak lajengipun Sunan Kalijaga musyawarah kaliyan Sunan Bonang dan Sunan Drajad.
Sunan Drajad ngendhikan: Nyuwun sewu Dimas Kalijaga, punika wayang innalillahi wa inna ilaihi roji'un yen wong Jawa ora mudheng? Supayane wong Jawa isa mudheng tak jenengi “Aja Lali Sangkan Paraning Dumadi”.
Lha ben uwong ki ora lali karo sangkan paraning dumadi, tak gaweke tembang (macapat).
Tembang macapat ki apa? Ben uwong isa slamet kudu isa maca barang papat.
Barang papat kuwi apa? Kancane nyawa sing medhun nang donya, manggon ing raga. Sing nang sisih tengen malaikat 2 jenenge Malaikat Khafadhoh, sing manggon nang sisih kiwa iblis 2 jenenge Jin Korin. Iki yen wong Jawa ya ra mudheng.
Pramila iki tak jenengi sedulur papat lima pancer. Yen masalah pancer iki yen awake dewe ora ngerti isa dadi perkara. Amarga ing wayah pancer iki merlokake samubarang, nggunakake kekuwatan sing tengen isa, nganggo kekuwatan sing kiwa uga isa.
Kayata, wong lanang kang nembe nandhang wuyung mring wong wadhon, arep nggunakake kekuwatan sing tengen iso, carane pasa 3 dina sing diwaca Ya Rohman Ya Rohim. Sesuk mesti wong wadhone ngomong “I love yau”. Nggunakake kekuwatan sing kiwa uga isa, carane puasa ngebleng 3 dina sing diwaca sun amantek aji, ajiku si jaran goyang. Ya padha-padha isa. Dadi padha-padha kelakone.
Dadi yen kyai sing tirakate kuwat ya padhang, dukun sing ora tau adus yen tirakate kuat ya padhang. Dadi padha-padha padhange, nggoleki pitik ilang takon kyai ya ketemu, takon dukun sing ra tau adus ya ketemu. Mung bedhane sing siji (tengen) kaya padhange lampu, sing sijine (kiwa) kaya padange omah kobong. Nggoleki pitik bengi-bengi nggawa lampu senter ya ketemu, nggawa blarak sing di gendel di obong ya ketemu.Lampune senter wutuh, blarake kobong entek.
Ya wis yen ngono Dimas Kalijaga, kanti kawitan iki tak gaweke meneh tembang (Maskumambang) medhune nyawa nang alam donya kanti di kapati,di pitoni di kanti waosan Qur'an lan solawat.
(MASKUMAMBANG) medhune nyawa nang alam donya kok mlebu nang ragane ibu dadi bayi, mengko yen lahir tak jenengi tembang (MIJIL)
(MIJIL): tegese bocah lahir rupa lanang rupa wedhok. yen lanang wedhus 2, yen wedok wedhus 1 di akeqohi di sahadahke ting Gusti ALLOH. Sakwuse (MIJIL) tembange (KINANTI)
(KINANTI): bocah cilik2 kuwi (Kinanti) kudu di kanti ahklaq di kanti agama. Mulakne kaya NU gawe TPA, TPQ, Roudhotu Atfal iku kanggo nrima kinanti2 iku. (Kinanti) cilik-cilik kok ora di ajar akhlak, ora dikanti agama mengko ndak mleset. Amarga menungsa arep mlebu tembang (SINOM)
(SINOM): bocah bakal dadi enom. Bocah yen enom ndablek, angel diwulang. Sakwuse kuwi tembange (ASMORODONO)
(ASMORODONO): bocah yen atine wis ke taman asmara, wis wiwit “jatuh cinta”, ora isa diajari. Wong tai kucing wae jarene rasa coklat. Bubar kuwi tembange (GAMBUH)
(GAMBUH): tempuk bocah lanang wadhon mbangun omah-omah. Diterusne tembange (DANDANG GULA)
(DANDANG GULA): dandang pahit, gua legi, yen entuk bojo pinter golek duwit, uripe rukun adem ayem kuwi entuk'e legi kaya gulo. Nanging yen entuk bojo kok gaweane ming tayuban, anane ming ngramal togel, bali2 nggablok, kuwi entuk'e pahit kaya dandang. Dadi wis bisa ngrasakne pahit legine urip. Diteruske tembang (DURMO)
(DURMO): wayahe darmakne raja brana, ilmu, khoirun nass anfa'uhum linnas. Banjur tembange (PANGKUR)
(PANGKUR): menungsa ngerti-ngerti mungkur seko donya. Paramila yen ndang mungkur golek dalan sing bener, mlebu masjid, nggolek ulama' sakdurunge kesusul tembang (MEGATRUH)
(MEGATRUH): copot raga sak sukmane. Paling keri tembange (PUCUNG)
(PUCUNG): menungsa ming di pocong sluku-sluku batok. Yen wis di pocong terus di lebokke nang lawang ciut.
Mula di jenengi BUYUT kuwi tegese siap2 mlebu lawang ciut. Yen wis mlebu lawang ciut ketemu karo Malaikat Munkar Nakir. Yen lali karo (SANGKAN PARANING DUMADI) nalika di takoni malaikat koko ra isa mangsuli, ya langsung di canggah karo malaikate. Dadi wareng wedi ndelok akherat, di udhek-udek nang neraka, di gantung kaya siwur, dithuthuki modal madil kaya tarangan bodol, ajur mumur kaya gedebhok bosok.
Dadi pangkate anak, bapak, simbah, buyut, canggah, wareng, udhek-udhek, gantung siwur, tarangan bodol, gedebok bosok. Iki lho piwulange para ulama mbiyen. Piwulang nganggo cara sing “luar biasa”. Dadi wong Jawa malah padha mudheng, padha guyup rukun, ora malah padha padu pinter-pinteran dalil lan hadist.
sumber: dari berbagai sumber,
"Misuh??"
Cobo togagasen lelakonku iki
Ora ono senenge susah sing tak temoni
Ngolah ngalih gaweyan kabeh ra nate ngunduh
Dino dino isine mung kudu misuh….embuh
Cobo nggarapsawah tinggalane wong tuwaku
Gumunku saben tandur rego rabukke duwur
Bareng tibo panen rego gabahe medun
Kabeh modal utangan ora biso kesahur…ajur
Sawah tak dol murah aku nyicil angkudes
Lagi nyopirseminggu rego bensine ngenthes
Tarip tak undakke penumpang nggrundel ae
Kerep telat oli, rusak ring sak metale…oh kere
Montor ngangkrakneng bengkel ra biso ogel ogel
Rasane uripku mung kari thengel thengel
Nyepi nang kuburan golek tembusan togel
Nomer ngeblong terus aku tambah dedel duwel…oh gathel
Kabeh dalan wis buntu aku nekat Bandar dadu
Durung ono sing udu keamanan wis jaluk sangu
Ono oknum tentara ono oknum polisi
Bukaan wingiwingi wis kerep tak amplopi
Bareng prei ra nyangoni aku diseret nyang bui
Diganjar telung sasi….
Misuk sak jrone ati…..diancuk
bagaimanapun juga terlepas dari berbagai pandangan terkait Misuh ini, kita harus lihat situasi dan kondisi tempat kita akan mengeluarkan kata-kata misuh ini. Jangan sampai memberikan pandangan negatif orang lain kepada kita.
cerita tersembunyi di Situs Punden sari
NGENDIKANE PRIYANTUN JOWO DINO IKU ONO PITU
Dino iku ono 7 (Pitu): Maksudte PITU ugo bisa kanggo PITUTUR, PITUDUH, PITULUNGAN, PITUNGKAS, monggo kita sareng2 nyimak nggih? 🏻
1. SENEN: tegese ojo boSEN marang uNEN² (unen² Wong Jowo seng kang bisa kanggo tuntunan marang kauripan)
2. SELOSO: SElakno NGAMAL MARANG SOPO² (wong ngamal iku ora pilih², ora pandang wonge sopo)
3. REBO: KEREPO SINAU BEN ORA BODHO (mumpung isih urip ditlateni anggone luru ilmu, mergo ngaji iku penting, ojo sing penting ngaji)
4. KEMIS: Luweh becik MINGKEM tinimbang LAMIS (ojo podho ngumbar omongan kelawan wong liyo. Luwih² ngrasani tonggo)
5 JUMAT: JUMBUHNO LELAKON KARO KEKAREPAN / NIAT (yen nduwe niat/cita² kudu usaha ikhtiar dungo supoyo kekarepanne biso kaleksanan)
6. SABTU: INSAP-PO MARANG BARANG SENG WES KEWETU (sak bejo bejane wong lali, isih luwih bejo wong kang eling kelawan waspodho)
7. MINGGU: MINGGIRO BARANG SENG OLO, LAKONONO BARANG SENG RAHAYU (sing apik ayo podho dilakoni)
******************************************
Menikolah hebate priyantun jawi.
Mugio migunani. Suwun
sumber : berbagai refrensi
Imlek Sebagai Perekat Ukhuwah
Sejarah Kopi
Happy birthday buat negeriku,,,
tingkah pola seorang pemimpin yang suka mempermainkan rakyatnya. Menambah panjang sulitnya negeri ini untuk benar-benar pantas menyandang kata apa yang disebut dengan “MERDEKA”. hal ini mengingatkan saya pada salah satu puisinya gus mus :
Aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
Aku kau suruh bertanggung jawab, kau sendiri terus berucap Wallahu A’lam Bisshowab
Kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku
Kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku
Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah ku pilih kau bertindak sendiri semaumu
Kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu
Kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis
Kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis
Kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah
Kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja
Aku bilang terserah kau, kau tidak mau
Aku bilang terserah kita, kau tak suka
Aku bilang terserah aku, kau memakiku
Atau aku harus bagaimana
Kemal mustafa attarturk mengatakan tidak penjajah dan orang yang dijajah, yang ada hanyalah orang yang membiarkan dirinya dijajah. Kata-kata itu mengajarkan kita untuk selalu terus bergerak, untuk mengejar kemerdekaan yang sesungguhnya. Karena sesungguhnya meraih kemerdekaan tak akan pernah usai. Untuk menuju itu semua hal yang harus kita lakukan yaitu bangun dari penjajahan berupa kebodohan.
BERGERAK MELAWAN, ATAU DIAM TERTINDAS!!!!!!!!!!!!!!!!
dengan koperasi dunia menjadi lebih baik
Model Gerakan Koperasi
Gerakan Membudayakan Berkoperasi
Gerakan Sosial Koperasi
Strategi dan Taktik Gerakan Koperasi
Kembali Mengenali Prinsip Awal koperasi
- Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela
- Pengelolaan yang demokratis,
- Partisipasi anggota dalam ekonomi,
- Kebebasan dan otonomi,
- Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi.


















